03.10 awal hari
Seperti tradisi sudah
Gadis, berkawan dengan
semu
Sedikit malu-malu untuk
bercerita
Tentang harapan dan
cita
Apa itu ?
Satu titik jernih jatuh
sudah
Kulihat ia melintasi
pipi ramahnya
Lalu jatuh tepat
menapaki aku yang tengah menjajar
Astaga. Lagi-lagi
jatuh. Jatuh lagi, lagi, lagi
Ah, gadis
Cerita belum kau mulai
Kau masih diam dalam
semu
Tunggu ! Oh, kau
memulainya
Tapi seperti tertahan
isak dan seguk
Kemudian kau bersuara
“Belum sampai aku
ikhlas. Aku ingin segera. Bantu aku Yaa Rabb”
Gadis !
Lagi-lagi kau suarakan
itu, tepat di 03.10 awal hari
“Ikhlaskan gadis. Kau
mampu”
Ah, andai bisa kubilang
Namun ternyata aku
hanya sebuah hamparan sajadah



0 komentar:
Posting Komentar